Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Karena termasuk dalam material yang tidak diinginkan, masyarakat sering kali tidak peduli dengan dampak yang ditimbulkan. Padahal dampaknya sangat besar sekali bagi keberlangsungan hidup masyarakat di masa kini dan masa mendatang.
Diantara dampak dari sampah yang menumpuk adalah : ingkungan menjadi kumuh, timbul bau yang tak sedap, mengganggu pemandangan, serta menghambat saluran air. Sampah yang termasuk dalam golongan sampah non-organik dampaknya lebih buruk lagi, sampah tersebut jika tertimbun didalam tanah, sukar diurai dan menjadi bahan pencemaran tanah. Sampah non organik yang dibakar juga dapat mencemari udara.
Berkaitan dengan sampah dan permasalahannya, Pemerintah Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan mengadakan Pelatihan Teknis Sistem Bank Sampah yang bisa menjadi alternatif jitu mengatasi permasalahan sampah. Pelatihan ini diperuntukkan untuk para kader Bank Sampah dan mengulas serta membahas lebih mendalam tentang Sistem Bank Sampah serta mendiskusikan dampak yang ditimbulkan oleh banyaknya sampah terhadap lingkungan.
Selain itu, pada pelatihan ini juga dibahas Sistem di dalam Bank Sampah, dan Bagaimana cara memilah sampah serta Cara mengelola sampah. Pelatihan ini diikuti oleh setiap kader Bank Sampah disemua RT yang ada di Desa Pucangro dan telah dilaksanakan pada tanggal 9-10 September 2017.
Selain berdiskusi, peserta juga dibekali skill dalam kepengurusan Bank Sampah Sektor yang telah dibentuk di Desa Pucangro. Tim pelatih dari Surabaya yang bernama TIM LOHJINAWE UNILEVER SURABAYA turut hadir dalam pelatihan kali ini.
Seperti kegiatan pada umumnya, Pelatihan Teknis ini dibuka dengan beberapa sambutan dan sambutan yang pertama disampaikan oleh Kepala Desa Pucangro Bapak Zuli Kasmawanto, S.Ip., M.Ip dan dilanjut dengan sambutan dari ketua Tim Lohjinawe Unilever Surabaya Ibu Yasmin.
Setelah Sambutan, acara selanjutnya yaitu pembentukan kelompok yang dipandu oleh Tim Pelatih. Peserta pelatihan dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan pertanyaan yang sama seputar sampah beserta Sistem didalamnya. Para peserta ini kemudian berdiskusi di kelompoknya masing masing dan harus memberi tanggapan sesuai dengan topik. Masing-masing kelompok kemudian menarik kesimpulan dari setiap jawaban anggotanya dan harus dipresentasikan.
Diantara dampak dari sampah yang menumpuk adalah : ingkungan menjadi kumuh, timbul bau yang tak sedap, mengganggu pemandangan, serta menghambat saluran air. Sampah yang termasuk dalam golongan sampah non-organik dampaknya lebih buruk lagi, sampah tersebut jika tertimbun didalam tanah, sukar diurai dan menjadi bahan pencemaran tanah. Sampah non organik yang dibakar juga dapat mencemari udara.
Berkaitan dengan sampah dan permasalahannya, Pemerintah Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan mengadakan Pelatihan Teknis Sistem Bank Sampah yang bisa menjadi alternatif jitu mengatasi permasalahan sampah. Pelatihan ini diperuntukkan untuk para kader Bank Sampah dan mengulas serta membahas lebih mendalam tentang Sistem Bank Sampah serta mendiskusikan dampak yang ditimbulkan oleh banyaknya sampah terhadap lingkungan.
Selain itu, pada pelatihan ini juga dibahas Sistem di dalam Bank Sampah, dan Bagaimana cara memilah sampah serta Cara mengelola sampah. Pelatihan ini diikuti oleh setiap kader Bank Sampah disemua RT yang ada di Desa Pucangro dan telah dilaksanakan pada tanggal 9-10 September 2017.
Selain berdiskusi, peserta juga dibekali skill dalam kepengurusan Bank Sampah Sektor yang telah dibentuk di Desa Pucangro. Tim pelatih dari Surabaya yang bernama TIM LOHJINAWE UNILEVER SURABAYA turut hadir dalam pelatihan kali ini.
Seperti kegiatan pada umumnya, Pelatihan Teknis ini dibuka dengan beberapa sambutan dan sambutan yang pertama disampaikan oleh Kepala Desa Pucangro Bapak Zuli Kasmawanto, S.Ip., M.Ip dan dilanjut dengan sambutan dari ketua Tim Lohjinawe Unilever Surabaya Ibu Yasmin.
Sesampainya di Lapangan, permainan dimulai. Permainan pertama yaitu memecahkan balon menggunakan punggung.

