Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengetahui sejarahnya. Suatu sejarah
mampu menjadi kayu bakar untuk mengobarkan jiwa, bahkan menciptakan sebuah peradaban.
Setiap bangsa memiliki sejarah masing-masing, meskipun ada juga bangsa yang
tidak memiliki peninggalan-peninggalan di kejadian masa lampau. Tanpa adanya
sejarah, masyarakat maupun bangsa tidak akan menjadi seperti sekarang ini.
Asal usul Nama Desa Pucangro
Berdasarkan penelusuran penamaan wilayah,
nama Desa Pucangro di Provinsi Jawa Timur terdapat dua tempat yang berlainan. Ada
Desa Pucangro Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang Jawa Timur dan ada Desa Pucangro
yang berada di Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Desa
Pucangro yang dibahas dalam penulisan ini adalah desa yang berada di Kecamatan
Kalitengah Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur.
Belum ada bukti tertulis yang ditemukan dalam
sejarah mengenai asal-usul pemberian nama Desa Pucangro. Sejarah lokal Desa Pucangro hanya didapatkan dari cerita turun temurun yang diceritakan dari
mulut ke mulut.
Konon berdasarkan cerita yang berkembang di
masyarakat, saat pertama kali di huni, di wilayah Desa Pucangro terdapat 2
pohon pinang yang menjulang tinggi. Keberadaan pohon pinang di sekitar wilayah
tersebut tergolong aneh dan tidak biasa karena pohon pinang idealnya tumbuh
pada ketinggian 600 m diatas laut dengan kondisi tanah yang relatif basah.
Sedangkan kondisi tanah di area desa tersebut cenderung kering saat musim
kemarau dan rawan banjir saat musim hujan. Ketinggian tanah yang hanya 1,25 m
diatas laut tidak cocok untuk pertumbuhan pohon pinang.
Karena keberadaan dua pohon pinang di
tengah-tengah desa tersebutlah sehingga zaman dulu wilayah tersebut disebut
dengan nama Pucangro.
Secara etimoligi, kata “Pucangro’ berasal dari gabungan 2 kata yakni pucang dan loro. Pucang dalam bahasa Indonesia artinya adalah Pohon Pinang atau Jambe, sedang loro artinya dua. Pucang Loro artinya dua Pohon Pinang. Pucang loro disingkat dengan nama Cangro.
![]() |
| Lambang Desa Pucangro dengan 2 pohon pinang di tengah |
Secara etimoligi, kata “Pucangro’ berasal dari gabungan 2 kata yakni pucang dan loro. Pucang dalam bahasa Indonesia artinya adalah Pohon Pinang atau Jambe, sedang loro artinya dua. Pucang Loro artinya dua Pohon Pinang. Pucang loro disingkat dengan nama Cangro.
Berdasarkan catatan administratif, pada masa
penjajahan Belanda hingga masa Orde Lama dulu, nama desa ini hanya Desa Cangro saja atau ada yang mengatakan dengan Desa Cangkro. Pada masa Orde Baru sekitar tahun 1980an, nama Desa Cangro diubah menjadi Desa Pucangro.
Perubahan nama desa saat itu tidak hanya terjadi di Desa Pucangro saja, namun
banyak desa lain yang namanya juga berubah. Misalnya Desa Luqman Hakim yang
berubah menjadi Desa Lukrejo atau Desa Tanggulangin yang berubah menjadi Desa
Banjarmadu.
Pada awal pendirian pemukiman penduduk, Desa
Pucangro hanya terdiri dari 20 rumah saja. Diantara 20 rumah tersebut
dipisahkan oleh sebuah kali/sungai. Perinciannya, 5 rumah berada di utara
sungai dan 15 rumah berada di selatan sungai. Dalam bahasa Jawa, utara disebut
dengan lor, sedangkan selatan disebut dengan kidul.
Rumah yang disebelah utara
sungai disebut dengan brang lor
dan rumah yang berada di selatan sungai
disebut dengan brang kidul. Penyebutan brang
lor dan brang kidul pada lingkungan
pemukiman yang dihuni masyarakat tersebut masih tetap melekat hingga sekarang.
![]() |
| Denah Lokasi Awal Pembentukan Desa Pucangro |
Seiring perkembangan waktu, pemukiman di
wilayah Desa Pucangro berkembang dengan pesat. Wilayah yang sebelumnya hanya
terdiri dari 2 kompleks, yakni brang lor
dan brang kidul sekarang ini sudah
bertambah banyak. Ada yang disebut embong
gede, embong kidul, embong tengah, embong ratan, ngablak, mbucu, dan embong buntu.
![]() |
| Peta Desa Pucangro saat ini |
Saat ini Desa Pucangro terdiri dari 1 wilayah dusun yang sekaligus disebut dengan Desa/Dusun Pucangro. Penduduk
Desa Pucangro tinggal dalam 4 RW (Rukun Warga) dan
terpencar dalam 14 RT (Rukun Tetangga) informasi selengkapnya tentang Desa Pucangro bisa dibaca dalam halaman Profil Desa
Sumber referensi : :
- Catatan Cikal Bakal Berdirinya Desa PUCANGRO, Suali. 2006. Lamongan : Tanpa penerbit
- Wawancara dengan Alm Bpk Abdul Latif pada 12 February 2018
- Wawancara dengan Bapak Semadi pada 20 February 2018



