Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam DARUL ‘ULUM (UNISDA) pada hari Jumat siang (06/10/2017) mengadakan kegiatan sosialisasi dan seminar teknologi pembuatan biochar sekam padi sebagai sumber unsur hara organik guna meningkatkan kesuburan tanah di Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Hj. Eni Maulani S. (anggota DPR RI), Ketua LPPM unisda, perwakilan dari Kemensistek Dikti dan para Tim pengusul. Sementara para peserta yang menghadiri kegiatan tersebut berjumlah kurang lebih 150 peserta. Sebagian besar dari mereka adalah masyarakat Desa Pucangro.
Menurut Kepala Desa Pucangro Zuli Kasmawanto yang juga merupakan anggota LPPM Unisda, Tujuan dari pelaksanaan Seminar Penerapan teknologi pembuatan biochar sekam padi ini adalah agar terdapat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar terutama dalam hal pemanfaatan sekam padi yang kerap diabaikan. Mereka ini nanti diharapkan dapat mengolah limbah sekam menjadi biochar yang merupakan alternatif produk penyubur tanaman yang ramah lingkungan.
Seperti yang diketahui, sekam hasil penggilingan padi merupakan bahan yang banyak menumpuk di beberapa penggilingan padi di sekitar Desa Pucangro. Kurangnya informasi dan penggunaan teknologi tepat guna oleh masyarakat menyebabkan sekam padi kurang diminati masyarakat maupun pengelola penggilingan padi sehingga menjadi limbah yang mengganggu. Terkadang sekam ini dibakar begitu saja dan kadang ditimbun tanpa dimanfaatkan.
"Sekam padi sebenarnya adalah salah satu bahan yang bernilai guna tinggi. Di tangan para ahli, hasil olahan sekam padi dapat dijadikan bahan penyubur tanah alami atau yang dikenal dengan nama Biochar" Ujar Kepala Desa Zuli Kasmawanto dalam penjelasannya.
Biochar adalah bahan padat yang diperoleh dari karbonisasi dari biomassa yang menghasilkan habitat cukup baik bagi mikroba tanah seperti bakteri dan sejenisnya. Mikroba ini nantinya membantu dalam perombakan unsur hara dan dapat di serap oleh tanaman.
Dalam jangka panjang biochar tidak mengganggu keseimbangan karbon-nitrogen dalam tanah. Biochar bahkan mampu menahan air dan menambah nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Secara luas, Biochar juga meningkatkan kualitas dan kuantitas air sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan pertanian yang Ramah lingkungan.
Adanya sosialisasi dan seminar teknologi pembuatan biochar sekam padi sebagai sumber unsur hara organik guna meningkatkan kesuburan tanah yang diadakan di Desa Pucangro ini tentu sangat tepat. Teknologi pembuatan Biochar akan akan sangat membantu masyarakat untuk mengelola limbah penggilingan padi yang berupa sekam dan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari bahan yang tidak terpakai tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Hj. Eni Maulani S. (anggota DPR RI), Ketua LPPM unisda, perwakilan dari Kemensistek Dikti dan para Tim pengusul. Sementara para peserta yang menghadiri kegiatan tersebut berjumlah kurang lebih 150 peserta. Sebagian besar dari mereka adalah masyarakat Desa Pucangro.
Menurut Kepala Desa Pucangro Zuli Kasmawanto yang juga merupakan anggota LPPM Unisda, Tujuan dari pelaksanaan Seminar Penerapan teknologi pembuatan biochar sekam padi ini adalah agar terdapat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar terutama dalam hal pemanfaatan sekam padi yang kerap diabaikan. Mereka ini nanti diharapkan dapat mengolah limbah sekam menjadi biochar yang merupakan alternatif produk penyubur tanaman yang ramah lingkungan.
Seperti yang diketahui, sekam hasil penggilingan padi merupakan bahan yang banyak menumpuk di beberapa penggilingan padi di sekitar Desa Pucangro. Kurangnya informasi dan penggunaan teknologi tepat guna oleh masyarakat menyebabkan sekam padi kurang diminati masyarakat maupun pengelola penggilingan padi sehingga menjadi limbah yang mengganggu. Terkadang sekam ini dibakar begitu saja dan kadang ditimbun tanpa dimanfaatkan.
"Sekam padi sebenarnya adalah salah satu bahan yang bernilai guna tinggi. Di tangan para ahli, hasil olahan sekam padi dapat dijadikan bahan penyubur tanah alami atau yang dikenal dengan nama Biochar" Ujar Kepala Desa Zuli Kasmawanto dalam penjelasannya.
Biochar adalah bahan padat yang diperoleh dari karbonisasi dari biomassa yang menghasilkan habitat cukup baik bagi mikroba tanah seperti bakteri dan sejenisnya. Mikroba ini nantinya membantu dalam perombakan unsur hara dan dapat di serap oleh tanaman.
Dalam jangka panjang biochar tidak mengganggu keseimbangan karbon-nitrogen dalam tanah. Biochar bahkan mampu menahan air dan menambah nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Secara luas, Biochar juga meningkatkan kualitas dan kuantitas air sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan pertanian yang Ramah lingkungan.
Adanya sosialisasi dan seminar teknologi pembuatan biochar sekam padi sebagai sumber unsur hara organik guna meningkatkan kesuburan tanah yang diadakan di Desa Pucangro ini tentu sangat tepat. Teknologi pembuatan Biochar akan akan sangat membantu masyarakat untuk mengelola limbah penggilingan padi yang berupa sekam dan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari bahan yang tidak terpakai tersebut.




