Kamis, 17 Agustus 2017

MALAM TASYAKURAN HUT RI 72

Sudah menjadi tradisi tiap tahun,  malam tanggal 16 Agustus warga masyarakat desa Pucangro selalu mengadakan kegiatan "Malam Tasyakuran Hari Kemerdekaan". Saat malam tasyakuran ini biasanya warga akan datang dan kumpul di suatu tempat untuk kemudian membaca tahlil dan mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur membela tanah air Indonesia. Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah, makan bersama dan kegiatan lainnya yang disepakati bersama.





Adapun tempat kegiatan adalah di masing-masing RT. Berhubung di desa Pucangro ada 14 RT, maka ada 14 tempat yang dijadikan tempat berkumpul bersama. Ada yang digelar di tengah jalan, ada yang diadakan di depan rumah Pak RT, ada pula yang digelar di pelataran salah satu warga masyarakat. Disana semua warga satu RT berkumpul di satu tempat yang ditentukan dan menggelar kegiatan malam tasyakuran.



Meski masing-masing Rukun Tetangga (RT) membuat acara dengan format yang berbeda, namun pelaksanaannya dilakukan secara serentak seusai shalat Isya. Tadi malam kebetulan sedikit gerimis, namun tak menyurutkan niat warga masyarakat untuk menggelar kegiatan tasyakuran. Karena dilakukan di tempat terbuka ada yang membawa payung untuk melindungi diri dari tetesan air hujan yang datang tanpa diundang.

Baca juga : Tradisi Menyambut Malam Kemerdekaan

Selesai tahlilan dan ramah tamah makan bersama, ada warga yang langsung buyar dan pulang kerumah. Namun ada pula yang meneruskan dengan kegiatan lainnya, seperti tampak di RT 02 RW 04 yang mengadakan pertunjukan layar tancap.


Apapun kegiatan yang dilakukan warga desa Pucangro, semua adalah wujud dari kebersamaan dan kepedulian warga dalam mengisi kemerdekaan. Semua kegiatan sangat bermanfaat untuk mempererat tali silahturahmi sesama warga dan wujud dari jiwa ‘gotong royong’. antar warga masyarakat.


“Dirgahayu ke 72 Republik Indonesia”