Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Ahmad Erani Yustika, menyebutkan salah satu hal pokok yang menjadi program prioritas dana desa adalah untuk pemberdayaan masyarakat. Kapabilitas manusia harus menjadi prioritas utama dan dana desa wajib dipakai untuk meningkatkan kualitas pendidikan SDM, meningkatkan karakter dan kompetensi untuk bisa menciptakan peluang kesejahteraan lebih baik di masa mendatang, serta menjaga kesehatan warga.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah Desa Pucangro pada pertengahan Desember tepatnya hari Rabu tanggal 14 Desember 2016 telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan wirausaha yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dan pelaku usaha rumahan di Desa Pucangro.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Pucangro Zuli Kasmawanto S.Ip M.Ip yang didampingi oleh ibu Kepala Desa dan Kaur Pembangunan H.Maruwan. Kepala Desa menjelaskan tentang tujuan dari kegiatan pelatihan ini guna menunjang perekonomian masyarakat Desa.
Baca post sebelumnya : PELATIHAN WIRAUSAHA UNTUK PENINGKATAN EKONOMI DESA
Menurut Kepala Desa, Desa Pucangro mempunyai pasar desa yang berkontribusi positif pada setiap lini masyarakat sekitar. Pasar desa yang dimaksud adalah Pasar Wage yang buka tiap lima hari sekali. Namun sayangnya pedagang di pasar tersebut kebanyakan adalah orang luar desa. Masyarakat desa Pucangro sendiri kebanyakan hanya sebagai konsumen yang menghabiskan uangnya di pasar dan bukan malah menghasilkan uang dari pasar. Untuk itu pelatihan Wirausaha diperlukan guna menunjang ketrampilan dan pengetahuan masyarakat.
Diharapkan setelah ada pelatihan ini, para peserta yang ikut bisa mengaplikasikan ilmunya dan membuka stand di pasar untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Jika sudah menghasilkan produk yang bisa dijual, tentu bisa menambah pendapatan dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Untuk memaksimalkan hasil dan menambah wawasan peserta, pelatihan wirausaha dilaksanakan di Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Adapun jenis pelatihan yang diambil adalah pelatihan pembuatan pentol bakso dan nugget dengan bahan baku ikan. Lokasi ini diambil dengan mempertimbangkan banyak aspek diantaranya karena ditempat tersebut alat-alat dan bahan pelatihan sudah sangat lengkap dan instrukturnya sudah pengalaman serta profesional.
Penjelasan mengenai kegiatan pelatihan tersebut ada dalam postingan selanjutnya dan juga video berikut :
Menanggapi hal tersebut, pemerintah Desa Pucangro pada pertengahan Desember tepatnya hari Rabu tanggal 14 Desember 2016 telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan wirausaha yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dan pelaku usaha rumahan di Desa Pucangro.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Pucangro Zuli Kasmawanto S.Ip M.Ip yang didampingi oleh ibu Kepala Desa dan Kaur Pembangunan H.Maruwan. Kepala Desa menjelaskan tentang tujuan dari kegiatan pelatihan ini guna menunjang perekonomian masyarakat Desa.
Baca post sebelumnya : PELATIHAN WIRAUSAHA UNTUK PENINGKATAN EKONOMI DESA
Menurut Kepala Desa, Desa Pucangro mempunyai pasar desa yang berkontribusi positif pada setiap lini masyarakat sekitar. Pasar desa yang dimaksud adalah Pasar Wage yang buka tiap lima hari sekali. Namun sayangnya pedagang di pasar tersebut kebanyakan adalah orang luar desa. Masyarakat desa Pucangro sendiri kebanyakan hanya sebagai konsumen yang menghabiskan uangnya di pasar dan bukan malah menghasilkan uang dari pasar. Untuk itu pelatihan Wirausaha diperlukan guna menunjang ketrampilan dan pengetahuan masyarakat.
Diharapkan setelah ada pelatihan ini, para peserta yang ikut bisa mengaplikasikan ilmunya dan membuka stand di pasar untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Jika sudah menghasilkan produk yang bisa dijual, tentu bisa menambah pendapatan dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Untuk memaksimalkan hasil dan menambah wawasan peserta, pelatihan wirausaha dilaksanakan di Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Adapun jenis pelatihan yang diambil adalah pelatihan pembuatan pentol bakso dan nugget dengan bahan baku ikan. Lokasi ini diambil dengan mempertimbangkan banyak aspek diantaranya karena ditempat tersebut alat-alat dan bahan pelatihan sudah sangat lengkap dan instrukturnya sudah pengalaman serta profesional.
Penjelasan mengenai kegiatan pelatihan tersebut ada dalam postingan selanjutnya dan juga video berikut :

