Rabu, 08 Juni 2016

PASAR WAGE DESA PUCANGRO

 Pasar Wage Desa Pucangro atau yang juga dikenal masyarakat dengan nama Pasar Wedus Desa Pucangro adalah sebuah pasar tradisional yang berada di Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Pasar desa yang dikategorikan sebagai pasar tradisional ini dikelola dan dikembangkan oleh Pemerintah Desa setempat dan sangat menunjang sumber pendapatan Asli Desa.Adanya sebuah pasar yang berada di wilayah ini juga menjadi nilai tambah yang besar terhadap perekonomian masyarakat Desa Pucangro secara keseluruhan.
Transaksi jual beli kambing di Pasar Wage Desa Pucangro


Dengan adanya pasar tradisional tersebut, banyak dari warga masyarakat Desa Pucangro yang mengais rejeki dengan menjual barang dagangannya di pasar tersebut. Tidak hanya pedagang dari wilayah Desa Pucangro saja yang beraktifitas di pasar ini, tetapi juga pedagang dari wilayah desa-desa lain di sekitar wilayah tersebut.  Barang yang diperdagangkan mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan pokok rumah tangga, hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil peternakan, pakaian, berbagai peralatan dapur, jajanan tradisional dan lain sebagainya. Yang paling menonjol dari pasar ini adalah adanya pasar kambing yang dalam bahasa jawa disebut dengan “ pasar wedus”. Dimana pasar ini selalu ramai dengan penjual dan pembeli kambing yang datang dari berbagai wilayah desa/kecamatan lain. Masyarakat Desa Pucangro dan masyarakat desa sekitarnya dapat dengan mudah berbelanja dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya di Pasar Wage ini.
Meski pasar tradisional ini hanya ada 5 hari sekali yakni hari pasaran Wage saja namun pasar ini menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar yang diperoleh oleh pemerintahan Desa Pucangro. Pendapatan ini didapat dari penarikan restribusi ke para pedagang yang berjualan di Pasar Wage tersebut. Pemerintah desa tidak terjun langsung untuk menarik restribusi pasar, namun penarikannya di serahkan kepada kelompok masyarakat yang memenangkan lelang pasar desa yang penduduknya menyebar di 14 RT dan 4 RW ini.
Bedak sayur di dalam Pasar Wage Desa Pucangro
 Lelang pasar desa sendiri diadakan melalui rapat terbuka yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Desa Pucangro dan diadakan setiap 1 tahun sekali. Biasanya diadakan di akhir tahun bersamaan waktunya dengan pelelangan sewa tanah desa, tebasan telaga dan tebasan sungai desa.  Tahun 2012 hasil lelang pasar desa  hanya sekitar 30 juta rupiah namun dibawah kepemimpinan Kepala Desa Zuli Kasmawanto, S.Ip. M.Ip yang menjabat sejak tahun 2013 hingga tahun 2019 lelang pasar desa tahun 2016 ini menembus angka 85 juta rupiah. Ini merupakan lonjakan yang luar biasa bagi Pendapatan Asli Desa. 
Pendapatan Asli Desa dari pengelolaan pasar desa uangnya tidak diterima secara kontan, namun pemenang lelang pasar desa secara berangsur-angsur menyetorkan hasil retribusi pasar kepada pemerintah desa menurut kesepakatan yang telah disepakati bersama sehingga terkumpul sejumlah angka lelang dalam kurun waktu satu tahun anggaran. Hasil dari pelelangan Pasar ini dipergunakan sepenuhnya untuk pembangunan Desa Pucangro dan kesejahteraan masyarakatnya.