Onde-onde adalah adalah
nama kue jajanan pasar yang populer di masyarakat Indonesia. Onde-onde dapat
ditemukan di pasar tradisional maupun dijual di pedagang kaki lima. Onde-onde
juga populer khususnya di daerah pecinan baik di Indonesia maupun luar negeri.
Onde-onde terbuat
dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng atau direbus dan
permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen. Terdapat bermacam-macam
variasi, yang paling dikenal adalah onde-onde yang terbuat dari tepung ketan
dan di dalamnya diisi kacang hijau.
Asal Mula dan Sejarah
onde-onde sebenarnya berasal dari Tiongkok (Cina). Makanan ini kemudian dibawa
oleh pendatang sana menuju ke daerah selatan Cina, lalu berkembang luas hingga
daerah-daerah Asia timur dan tenggara dan sampailah di Indonesia.
Di Desa Pucangro ada
sebuah usaha pembuatan makanan onde-onde yang sangat terkenal dan sudah
berjalan hampir 10 tahun lamanya. Meskipun usaha ini masih berskala usaha rumah
tangga, namun kehadiran pembuat onde-onde ini sudah terkenal dimana-mana dan
laris manis di pasaran.
Pembuat onde-onde ini
adalah Ibu Ateni yang setiap pagi hari dengan dibantu beberapa warga sekitar
memproduksi dan membuat onde-onde dipagi hari buta. Setiap harinya, proses
pembuatan onde dilakukan sejak pukul 4 pagi hingga pukul 7 pagi. Onde-onde yang
telah dibuat kemudian dipasarkan di pasar desa setempat.
Namun jika ada
pesanan dalam skala besar (biasanya untuk kenduri atau kondangan) proses
pembuatan bisa dilakukan seharian. Cita rasanya begitu nikmat dan tiada duanya.
Bahan-bahan pembuatannya 100% alami tanpa bahan pengawet sehingga tidak
mengganggu kesehatan.
Harganya cukup murah,
mulai dari 500 rupiah hingga 2.00. rupiah tergantung ukuran yang diinginkan .Warga
Pucangro yang bepergian sering memesan makanan satu ini untuk sekedar dimakan
sendiri dan juga digunakan sebagai oleh-oleh sehingga onde-onde ini begitu
terkenal.
Bagi anda yang
penasaran, dapat langsung datang ke kediaman Ibu Ateni di RT 02 RW 04 Desa
Pucangro.